WALAU TANAH GERSANG DI MUSIM KEMARAU PETANI KELOMPOK TANI AGUNG MULYO MASIH BISA MENANAM JAGUNG

Kedalon, Desa Kedalon Kecamatan Batangan Kabupaten Pati merupakan Desa yang sebagian penduduknya sebagai petani namun lahan pertaniannya tadah hujan yang di saat musim penghujan airnya melimpah tapi di saat kemarau banyak kekurangan air, seperti ini tanah – tanah pertanian di Desa Kedalon yang tidak ada tanamannya terlihat gersang sekali.

Petani – Petani di Desa Kedalon termasuk gigih dalam bertani seperti contoh petani di kelompok tani Agung Mulyo Dukuh  Gadel di musim kemarau ini dengan memanfaatkan sumber air dari sumur bur yang airnya pas – pasan karena sumur dangkal masih bisa bercocok tanam, seperti menanam kacang hijau, jagung dan sayur – sayuran untuk bertahan memenuhi kebutuhan hidup disaat pandemi virus corona atau covid 19.

Haryono petani asal Dukuh Gadel sekaligus sekretaris kelompok tani Agung Mulyo dalam penjelasanya dia memilih menanam tanaman jagung yang perawatan lebih mudah dan tidak banyak membutuhkan air, namun di awal pertumbuhan sempat diserang hama ulat dan alhmdulillah dapat teratasi, dengan lahan kurang lebih 0,8 ha semua ditanami jagung lokal yang produktivitas 6 ton/ha dengan harga jual kering hari ini 3500/kg dan harapannya sampai panen tiba tetap bertahan dikisaran harga tersebut.

Dengan “slogan” apa pun kondisi saat ini bukan menjadi alasan untuk menurunkan semangat dalam bertani, agar sektor pertanian dapat bertahan, tetap berkembang dan menghasilkan hasil pertanian memiliki kualitas yang baik demi menunjang ketahanan pangan.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan