FOGGING NYAMUK UNTUK MENCEGAH DEMAM BERDARAH

kedalon-batangan,desa,id – Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang kerap terjadi di kala musim hujan akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Biasanya, salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebarannya adalah dengan penyemprotan atau fogging.

Pemerintah Desa Kedalon Kecamatan Batangan Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah Mengajukan Fogging Kepada Dinas Kabupaten Pati lewat Puskesmas Batangan Karena di Desa Kedalon ada warga yang terkena demam berdarah, dan  hari ini Rabu 24 November 2021 Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mengadakan fogging, yang difokuskan di Rt 04 Rw 04 Desa Kedalon yang mencakup area  berjarak radius 200 m dari lokasi yang terindikasi terdapat wabah sebagai upaya untuk menanggulangi bahaya demam berdarah, kegiatan dimulai pukul 08.00 – 10.00 WIB yang didampingi Kepala Desa Kedalon, Muspika Kecamatan Batangan, Puskesmas Batangan, Perangkat Desa, Bidan Desa, Babinsa dan Bhabinkhamtibmas Desa Kedalon.

Kepala Desa Kedalon Hartatik, A,Md dalam keterangannyan, “Kami sangat mengapresiasi kegiatan fogging ini dan berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pati telah menerima Usulan dari kami dan Pencegahan penyakit berbahaya itu perlu dilaksanakan, apalagi sekarang ini sedang ada peningkatan serangan DBD di lingkungan rumah warga, bahkan kasus DBD sudah terjadi di Desa kami dan Ia berharap juga masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan, dan rutin melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk,setiap hari dengan kesadaran tanpa ada paksaan. beliau.

Fogging atau pengasapan dilakukan sebagai salah metode pengendalian faktor penyebab penyakit DBD, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang dapat mengeluarkan asap berisi insektisida.

Insektisida inilah yang kemudian akan bekerja membunuh nyamuk dewasa penyebab menyebarnya penyakit DBD. Biasanya, insektisida yang digunakan ada beberapa jenis, meliputi malathion, cypermetrin, alfacypermetrin, pirimiphos-methyl, temephos, dan pyriproxyfen.

Perlu di ketahui bahwa fogging dipercaya efektif sebagai upaya penanggulangan saat terjadi kasus kejadian luar biasa (KLB) atau wabah penyakit DBD di suatu daerah, yakni ketika populasi nyamuk dewasa sedang tinggi. Fogging dengan cepat menurunkan populasi nyamuk.

Sayangnya, pemberantasan nyamuk dewasa yang dilakukan lewat fogging ini tidak cukup efektif dilakukan sebagai upaya pencegahan DBD secara keseluruhan. Karena nyamuk tetap menyisakan telur dan jentik atau larva.

Selain itu, fogging juga tidak dianjurkan untuk dilakukan secara rutin karena dapat menyebabkan nyamuk menjadi resisten terhadap insektisida, sehingga pengasapan yang dilakukan akhirnya sia-sia.

Belum lagi, aktivitas ini juga dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, fogging harus disertai dengan upaya pencegahan penyakit DBD lainnya agar rantai penyebaran demam berdarah benar-benar terhenti. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan aktivitas 3M Plus. ( Tim SID Desa Kedalon )

Ibu Kepala Desa terjun langsung kelapangan memantau jalannya fogging

 

Fogging dilaksanakan dari rumah ke rumah

 

Penyemprotan juga dilakukan di selok – selokan tempat sarang nyamuk

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan